Santri Aktif Cegah Pernikahan Dini
Santri Aktif Cegah Pernikahan Dini
Jember, 5 Juli 2025 — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Jember (UIJ) menggelar seminar edukasi sosial bertajuk "Peran Aktif Santri dalam Mencegah Perkawinan Dini untuk Masa Depan yang Gemilang". Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 5 Juli 2025, bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kalisat, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB, Penyuluh Agama KUA Kecamatan Kalisat, Analis Kebijakan dan Penata Kelola Bidang Pemberdayaan Perempuan, jajaran BEM FISIP UIJ, Dekan FISIP UIJ, serta penanggung jawab Yayasan Miftahul Ulum Kalisat.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi kepada para santri tentang pentingnya pencegahan perkawinan anak, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Seminar menghadirkan dua narasumber utama yaitu Bapak Zaenuri dari KUA Kecamatan Kalisat yang menyampaikan perspektif Islam terhadap isu perkawinan anak, dan Bapak Djoko Sutriswanto dari DP3AKB yang menjelaskan dasar hukum serta dampak sosial dari perkawinan dini.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UIJ, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi. Beberapa poin penting yang disampaikan meliputi:
1. Penjelasan mengenai perkawinan anak dalam sudut pandang agama Islam,
2. Dasar hukum dan regulasi mengenai batas usia perkawinan,
3. Pengarusutamaan gender dalam upaya perlindungan anak,
4. Informasi mengenai layanan DISKA dan kanal pengaduan UPTD PPA bagi korban kekerasan,
5. Seruan bersama para santri dan santriwati untuk menolak perkawinan anak,
6. Sesi diskusi interaktif mengenai langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan santri untuk menghindari perkawinan dini.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Diharapkan, melalui edukasi ini para santri memiliki pemahaman yang lebih baik tentang bahaya perkawinan dini dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Bagikan ke: