Penerimaan Penghargaan Juara ke-2 PPA Award 2025 Jawa Timur
Surabaya, 1 Juli 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke-32, telah diselenggarakanSeminar Penguatan Program Ketahanan Keluargadi Dyandra Convention Center, Surabaya. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si, sekaligus menyerahkan penghargaan kepada pemerintah daerah berprestasi dalam pencegahan stunting dan perlindungan perempuan dan anak (PPA).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran VIP dan tokoh penting, di antaranya:
Anggota Komisi E DPRD Jatim, Cahyo Harjo Prakoso, SH, MH Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati, MM Hakim Tinggi PTA Surabaya, Dr. Hj. Harijah D., M.H Pj Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah Jawa, Armunanto Wakil Ketua Koalisi Kependudukan, Prof. Dr. Mohammad Adib, Drs, MA
Turut hadir pula jajaran pejabat provinsi, bupati/walikota dari berbagai daerah di Jawa Timur, OPD terkait, organisasi masyarakat dan keagamaan, serta pimpinan perguruan tinggi.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdaprov Jatim, Drs. Benny Sampirwanto, M.Si, yang juga menyerahkan langsung penghargaan kepada daerah-daerah berprestasi dalam upaya pencegahan stunting dan perlindungan perempuan dan anak.
Penghargaan Penurunan Stunting:
Kota Mojokertoterpilih sebagai kota terbaik dalamPenilaian Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting 2025, diterima langsung oleh Walikota Hj. Ika Puspitasari, SE. Kabupaten Kedirimeraih peringkat terbaik untuk kategori kabupaten, diterima oleh Wakil Bupati Dewi Maria Ulfa, ST. Kota Surabayamendapat penghargaan khusus sebagai daerah paling konsisten dalam pelaksanaan aksi konvergensi stunting selama masa berlaku Perpres Nomor 72 Tahun 2021.
PPA Award 2025 (Perlindungan Perempuan dan Anak):
PPA Award diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap pemerintah daerah yang berkomitmen tinggi dalam melaksanakan program perlindungan perempuan dan anak secara inovatif, kolaboratif, dan berdampak langsung ke masyarakat.
Juara 1:Kota Surabaya Dikenal aktif melalui pendekatan digitalisasi layanan perlindungan dan respons cepat terhadap kasus kekerasan berbasis gender dan anak. Penghargaan diterima oleh Sekda Surabaya, Rachmad Basari, SE, MM. Juara 2:Kabupaten Jember Dikenal karena penguatan kelembagaan perlindungan perempuan dan anak serta partisipasi aktif remaja melalui Forum Anak. Diterima oleh Drs. Moh. Djamil, M.Si, Kepala DP3AKB Jember. Juara 3:Kabupaten Bondowoso Mendapat apresiasi atas pembentukan pusat layanan terpadu yang ramah perempuan dan anak. Diterima oleh Anisatul Hamidah, M.Si (Pj. Sekda). Harapan 1:Kabupaten Lamongan Dikenal atas inovasi edukasi keluarga berbasis komunitas dan integrasi data kekerasan berbasis wilayah. Diterima oleh Wakil Bupati, Dirham Akbar Aksara, ST., B.Eng., M.Sc. Harapan 2:Kabupaten Banyuwangi Apresiasi atas keberhasilan menyinergikan program perlindungan anak dengan pelayanan sosial terpadu. Diterima oleh Henik Setyorini, AP., M.Si, Kepala Dinsos P2KB Banyuwangi.
Pemberian penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga pemicu semangat bagi daerah lain untuk terus berinovasi dan memperkuat sistem perlindungan sosial berbasis keluarga.Tujuan utama seminar ini adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan keluarga, menguatkan peran keluarga dalam mengatasi persoalan sosial, serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk membentuk keluarga tangguh di era digital dan globalisasi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi dan motivasi untuk orang tua, remaja, dan masyarakat luas dalam membentuk lingkungan keluarga yang harmonis dan produktif.
Semangat kolaboratif yang terbangun dari kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat pondasi keluarga Indonesia menuju generasi emas 2045.
Bagikan ke: