MTsN 4 Jember Jadi Lokasi Pembinaan SSK, PIK R, dan SRA: Bekali Remaja Hadapi Isu Kependudukan dan Kesehatan Reproduksi
MTsN 4 Jember Jadi Lokasi Pembinaan SSK, PIK R, dan SRA: Bekali Remaja Hadapi Isu Kependudukan dan Kesehatan Reproduksi
Bangsalsari, 11 Agustus 2025 - MTs Negeri 4 Jember menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R), serta Sekolah Ramah Anak (SRA). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin dan diikuti oleh seluruh komponen sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, staf, siswa-siswi, hingga perwakilan Tim Balai KB Kecamatan Bangsalsari dan mahasiswa KKN dari UIN Jember.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah MTsN 4 Jember yang menyampaikan pentingnya peran aktif sekolah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh.
Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan dari tiga narasumber, yaitu perwakilan dari Bidang KBKS, Bidang PA/UPTD PPA, dan Bidang DALDUK ADPIN. Materi yang disampaikan meliputi tiga topik utama, yakni pembinaan SSK, PIK R, dan SRA.
Melalui pembinaan SSK, peserta diberikan pemahaman tentang isu-isu kependudukan seperti pertumbuhan penduduk, kesehatan reproduksi, dan pencegahan pernikahan usia dini. Dalam sesi PIK R, remaja diajak untuk menyadari pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga serta membentuk perilaku sehat dan bertanggung jawab. Sementara pada materi SRA, ditekankan pentingnya menciptakan sekolah sebagai lingkungan aman, nyaman, dan inklusif bagi anak.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat informasi dan pendidikan kependudukan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam pembelajaran sehari-hari.
Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar dan kondusif, serta mendapatkan sambutan positif dari seluruh peserta. Diharapkan, hasil dari pembinaan ini dapat memperkuat peran sekolah dalam membentuk generasi muda yang sadar kependudukan, sehat secara fisik dan mental, serta terlindungi hak-haknya.
Bagikan ke: