DP3AKB Jember Sosialisasikan Sekolah Ramah Anak di SMAN 1 Pakusari: Libatkan Semua Elemen Sekolah
DP3AKB Jember Sosialisasikan Sekolah Ramah Anak di SMAN 1 Pakusari: Libatkan Semua Elemen Sekolah
Jember, 11 Agustus 2025 - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) di SMAN 1 Pakusari. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 09.30 WIB dan diikuti oleh berbagai unsur penting di lingkungan sekolah, antara lain Kepala Sekolah, guru, komite sekolah, perwakilan wali murid, perwakilan siswa dari OSIS dan MPK, perwakilan petugas keamanan (security), serta pengurus kantin sekolah.
DP3AKB bertindak sebagai narasumber utama yang memberikan pendampingan dan pemahaman kepada pihak sekolah dalam proses menuju Satuan Pendidikan Ramah Anak (Satdik SRA). Konsep SRA merupakan sebuah pendekatan yang menempatkan kepentingan terbaik bagi anak sebagai prioritas utama di lingkungan pendidikan. Dalam pemaparan materi, dijelaskan berbagai indikator yang harus dipenuhi untuk mewujudkan sekolah ramah anak, seperti tersedianya fasilitas yang aman, kebijakan anti kekerasan, keterlibatan aktif warga sekolah, serta dukungan terhadap perkembangan fisik, mental, dan sosial anak.
Kegiatan ini juga menekankan bahwa pemenuhan indikator SRA tidak hanya menjadi tanggung jawab guru atau pihak sekolah semata, tetapi memerlukan peran serta dari seluruh unsur, termasuk orang tua, komite, pengurus kantin, hingga petugas keamanan. Dengan demikian, setiap elemen yang ada di sekolah dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, aman, nyaman, dan inklusif bagi semua siswa.
Selain membahas konsep dan indikator, sosialisasi ini juga mengulas berbagai masalah yang kerap dihadapi anak di lingkungan sekolah, seperti perundungan (bullying), tekanan akademik, hingga permasalahan pergaulan. DP3AKB memaparkan langkah-langkah penanganan, pendampingan, serta solusi yang dapat diimplementasikan sesuai prinsip perlindungan anak. Peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengajukan pertanyaan terkait tantangan yang mereka hadapi.
Dengan adanya kegiatan ini, warga sekolah diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya penerapan SRA, sekaligus termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses perwujudannya. Kegiatan berjalan tertib, lancar, dan mendapat respons positif dari seluruh peserta, menandai langkah penting menuju terciptanya lingkungan pendidikan yang benar-benar ramah anak di SMAN 1 Pakusari.
Bagikan ke: