DP3AKB Jember Sosialisasikan Anti Bullying di MA Annuriyah: Dorong Lingkungan Belajar Aman dan Ramah Anak
DP3AKB Jember Sosialisasikan Anti Bullying di MA Annuriyah: Dorong Lingkungan Belajar Aman dan Ramah Anak
Jember, 12 Agustus 2025–Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember melalui Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di MA Annuriyah. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB dan dihadiri oleh siswi-siswi MA Annuriyah serta perwakilan DP3AKB Jember sebagai narasumber.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada para siswi mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari segala bentuk perundungan (bullying). Sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan hak-hak anak, meminimalisir potensi kekerasan, serta mendorong siswa untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
Dalam pemaparannya, narasumber menyampaikan materi tentang hak-hak anak yang harus dilindungi, termasuk hak untuk merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah. Para siswi diberikan informasi mengenai berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun kekerasan berbasis online (cyber bullying), yang kerap terjadi di kalangan remaja.
Selain itu, disampaikan pula penjelasan mengenai dampak negatif perkawinan anak yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan masa depan pendidikan. Pembahasan ini menjadi relevan mengingat perundungan sering kali berhubungan dengan tekanan sosial yang dapat memicu pilihan-pilihan yang merugikan masa depan remaja.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mendalam tentang dampak bullying, seperti penurunan kepercayaan diri, gangguan kesehatan mental, hingga risiko putus sekolah. Tidak hanya itu, narasumber menjelaskan alur pelaporan jika terjadi kekerasan atau perundungan, baik kepada pihak sekolah, pihak desa, maupun lembaga yang berwenang, sehingga siswa mengetahui langkah-langkah yang tepat untuk mencari bantuan.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari peserta. Interaksi tanya jawab antara siswi dan narasumber menunjukkan tingginya perhatian mereka terhadap isu perundungan. DP3AKB berharap, melalui sosialisasi ini, para siswi dapat menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Bagikan ke: