Analisa dan Intervensi Program Data Kekerasan serta Praktik Berisiko Perkawinan Anak di Desa Pondokrejo

Analisa dan Intervensi Program Data Kekerasan serta Praktik Berisiko Perkawinan Anak di Desa Pondokrejo

Analisa dan Intervensi Program Data Kekerasan serta Praktik Berisiko Perkawinan Anak di Desa Pondokrejo

 

Tempurejo, 8 Juli 2025_Dalam upaya memperkuat perlindungan anak dan mencegah praktik perkawinan anak, Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DP3AKB Kabupaten Jember melaksanakan kegiatan Analisa dan Intervensi Program pada Data Kekerasan serta Praktik Berisiko Perkawinan Anak di Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 8 Juli 2025 pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai elemen penting desa, di antaranya Kepala Desa Pondokrejo Misriyanto E., Sekretaris Dinas LPA Jawa Timur Budiyati, M.Pd. selaku narasumber, Bhabinkamtibmas, perwakilan Gerakan Temu Daerah Lintas Anak (GTDLA), guru Bimbingan Konseling (BK), PKK, Kasi Kesra, LPM, Kasi Polyan, penyuluh KB, serta perwakilan dari DP3AKB Jember.

Dalam pemaparan dan diskusi yang berlangsung, terungkap bahwa faktor ekonomi menjadi penyebab krusial maraknya kasus dan risiko perkawinan anak di Desa Pondokrejo. Berdasarkan data, terdapat 20 kasus anak yang teridentifikasi mengalami atau berisiko mengalami permasalahan, terdiri dari 2 anak yang telah menikah atau bertunangan, serta 18 anak lainnya yang masuk dalam kategori rentan.

Sebagai bentuk tindak lanjut, dilakukan pembahasan intervensi pendampingan untuk keseluruhan 20 anak tersebut. Beberapa langkah konkret yang direncanakan antara lain:

1. Home visit kepada 2 anak yang sudah menikah dan melahirkan, guna memastikan kondisi kesehatannya, akses pendidikan, dan situasi sosial lainnya.

2. Menghadirkan salah satu anak yang batal bertunangan untuk berbagi pengalaman pribadi sebagai bentuk edukasi dan pencegahan terhadap praktik perkawinan anak.

3. Usulan menghadirkan Forum Anak Jember, DP3AKB, serta psikolog dalam upaya mendampingi anak-anak yang telah putus sekolah agar mendapatkan bimbingan dan akses pemulihan.

Kegiatan ini berjalan dengan tertib dan penuh partisipasi aktif dari seluruh unsur yang hadir. Diharapkan, melalui kegiatan ini dapat terbentuk kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat dalam mencegah dan menangani persoalan kekerasan serta praktik berisiko terhadap anak di wilayah Kabupaten Jember.

Bagikan ke: